Panen Perdana Padi CSR Sistem Ecofarming di Keerom Tembus 4,8 Ton/Ha
Keerom, 27 Juli 2026 – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua menghadiri kegiatan panen perdana padi Program CSR 2025 yang dilaksanakan oleh Kelompok Tani Nusantara di Kampung Ifia-Fia, Kabupaten Keerom, pada lahan seluas 2,5 ha dengan varietas Sintanur.
Kegiatan panen turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Provinsi Papua, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Keerom, penyuluh pertanian, serta para petani setempat. Panen perdana ini menjadi bukti nyata keberhasilan pengembangan lahan sawah melalui Program CSR sebagai upaya meningkatkan produksi padi dan mendukung swasembada pangan di Papua.
Budidaya padi pada lahan tersebut menerapkan sistem ecofarming, yaitu metode budidaya yang mengedepankan pengelolaan lahan secara ramah lingkungan melalui pemanfaatan pupuk organik dan pembenah tanah. Penerapan sistem ini diharapkan mampu menjaga kesuburan tanah, meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk, serta menghasilkan produksi yang berkelanjutan.
Berdasarkan hasil ubinan yang dilakukan oleh penyuluh pertanian, produktivitas padi mencapai 4,8 ton gabah kering panen (GKP) per hektar. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan teknologi budidaya yang tepat mampu memberikan hasil yang cukup baik pada lahan cetak sawah baru. Meskipun demikian, petani menyampaikan masih terdapat beberapa kendala yang dihadapi, terutama ketersediaan air yang belum optimal serta keterbatasan alat dan mesin pertanian (Alsintan).
Dukungan terhadap infrastruktur sumber air dan pemenuhan alsintan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi usaha tani serta produktivitas pada musim tanam berikutnya.
Melalui sinergi antara BRMP Papua, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan petani, Program Cetak Sawah Rakyat diharapkan terus berkembang sebagai salah satu upaya strategis dalam meningkatkan produksi pangan, memperkuat ketahanan pangan daerah, dan mewujudkan swasembada pangan nasional.